Covid dan Sesudah Kesulitan Akan Datang Kemudahan

Setiap umat manusia pasti pernah dan akan mengalami kesulitan dan berbagai permasalahan dalam hidupnya. Banyak orang yang frustasi menghadapi masalah-masalahnya dan ada yang sampai gila atau juga mengakhiri hidupnya dengan sengaja. Hal itu terjadi karena jiwa dan batin yang rapuh kala menghadapi masalah atau permasalahan hidup.
Saat ini di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, sedang meghadapi masalah sangat besar yakni pandemi wabah Covid-19. Sudah lebih setahun dunia diserang wabah pandemi yang mematikan dan setiap hari selalu ada berita perkembangan pandemi tersebut. Berbagai macam reaksi masyarakat, berupa kritik, komentar hingga himbauan kepada pemerintah untuk lebih serius menghadapinya. Dukungan kepada tenaga kesehatan yang berjuang tanpa lelah terus mengalir.
Kita sama-sama mengetahui bahwa manusia diciptakan oleh Allah dalam keadaan yang berkeluh kesah. Oleh sebab itu tidak mengherankan bila saat ini suasana kehidupan manusia penuh dengan keluh kesah. Yang dilarang agama, janganlah berlebihan reaksi kekhawatiran kita karena sudah seharusnya kita yakin setelah kesulitan pasti akan datang kemudahan. Bila ditinjau dari sudut agama Islam, pandemi yang terjadi saat ini jelas merupakan bagian ujian kepada umat manusia. Kita tidak boleh takut dan pesimis menghadapinya karena Islam mengatakan bahwa setiap kesulitan akan selalu ada jalan keluarnya. Sebagaimana yang tertuang pada ayat 5 dan 6 Surat Alam Nasroh (Al-Insyirah), “Fa inna ma’al-‘usri yusrā, inna ma’al-‘usri yusrā. Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.”
Sekali lagi, sebagai umat muslim yang baik, kita harus menjaga rasa otimis. Tumbuhkan rasa berbaik sangka kepada Allah bahwa Allah tahu yang terbaik sekaligus kita sabar serta ikhtiar. Ikhtiar tersebut antara lain:
Pertama, berdoa kepada Allah agar memberikan solusi dan jalan keluar yang terbaik dengan suatu keyakinan.
Kedua, berusaha bersama-sama mencari jalan keluar secara cermat dan disiplin sambil mendengarkan ketentuan ketentuan pemerintah dan pendapat para ilmuwan. Islam bukanlah agama yang anti sains. Justru Islam dapat berjalan beriringan dengan sains.
Yang Ketiga yakni tawakkal kepada Allah, diikuti keyakinan bahwa doa dan usaha kita akan membuahkan hasil. Keempat yaitu yakin bahwa Allah memberikan kesulitan atau masalah kepada manusia adalah dengan maksud untuk mendidik agar lebih dekat dengan-Nya.
Kita harus selalu sabar dan tegar menghadapi ujian serta tanpa keluh kesah karena keluh kesah tidak bisa memperbaiki keadaan. Kita harus harus saling bersinergi, bersatu, kompak, saling membantu dan disiplin. Semoga wabah pandemi ini segera berakhir dengan manis. Yakinlah, setelah kesulitan selalu datang kemudahan.